Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2009

Pacitan

Maaf maaf lama nggak posting, masih sibuk nih hehe sok sibuk gue. Banyak yang harus dikejar kayaknya. Seperti cerita di Pacitan, gue nggak jadi pindah ke Surabaya, tour ke Bali dan the last…meninggalnya kakak sepupu gue T_T
Oke, beberapa minggu yang lalu tepatnya tanggal 30-31 Juni 2009 sekolah gue ngadain outbond ke Teleng Ria, Pacitan. Jadi kebetulan hari itu gue juga jadi panitia beberapa teman gue dari OSIS. Gue, Mazhi, Hanni, SieBosz, Lukas, Mila, Unul, Hanif, Hafidh, Zaim. Rombongan berangkat kurang lebih jam 8 dan sampai disana jam 11, mendirikan tenda lalu permainan dimulai!!! Gue nyoba flying fox Kawan!!! Gue yang takut ketinggian ini gitu lochhh…

Malamnya, anak kelas 1 (sekarang kelas 2) diuji keberaniannya dengan JJM – Jalan Jalan Malam di semak belukar yang gelapp gulitaa, jadi inget tahun lalu deh ketika angkatan gue yang digituin hhehhe…
Esoknya, permainan di pantai, seru banget meski panasnya matahari menyengat. Dikit-dikit Tanya ama Mazhi “Zhi, item gga?” Mazhinya Cuma geleng-geleng kepala. Kegiatan Outbond ini 2 hari 1 malam, dan setelah permainan pantai yang cukup melelahkan, kami pun bersiap untuk pulang.

Minggu, 14 Juni 2009

GUE TETAP NGGAK MAU PINDAH

Orang pertama yang gue kabari tentang –apakah gue jadi pindah?- ini adalah Mazhi n Hanni. Pendapat kami bertiga sama, mending ke Trenggalek aja pindah kerjanya biar sekolah dan rumah TETAP di Ponorogo, toh bentar lagi kan gue lulus n sia-sia aja kalo pindah sekolah Cuma 1 tahun. Gue emang sengaja nggak ngabarin sahabt gue yang 2nya lagi, SieBosh ama Lukas. Lukas masih ada masalah, n SieBosh –gue nggak enak ngomong-. Akhirnya orang ketiga yang gue kabarin yaitu Rangga sahabat gue juga. Reaksi pertama ya sama –kaget- malah sikapnya juga jadi aneh, nggak seperti biasanya ke gue…

Beberapa hari kemudian kabar itu terdengar oleh Tama, Deni ama Rama yang diberitahu Rangga. Komentar mereka:

Tama : (diem ama pasang tampang melas)

Deni : “Hoalah Li, Li ojo pindah tow…sekolah tinggal setahun aja”

Rama : “Lha iya, ntar di Surabaya kamu nggak bisa nemuin orang kayak aku yang imut ini (sempet bercanda), nggak bisa nemuin orang kayak Bayu..”

…………………………………………………………………………………………….

Kalau gue pindah gimana ya?? Untuk sementara yang tahu itu saja n mudah-mudahan nggak nyebar lagi beritanya. Toh, itupun belum tentu benar gue pindah (amin).

Mazhi, suatu ketika pas nonton pertandingan futsal bareng bilang, “Kamu nggak bakalan nemuin orang yang pernah kamu temui disini. Orang kembar aja beda, apalagi yang nggak kembar…”….kembar??

Gue kepikiran seseorang….bagaimana kalau gue beneran ke Surabaya?? Malah jauh dong…

Ahhhhhhh, gue TETEP nggak mau pindah!!

GUE NGGAK MAU PINDAH

Gue nggak mau pindah, meski bokap nyokap maksa gue…

Gue nggak mau pindah, meski rumah baru gue lebih bagus dari sekarang…

Gue nggak mau pindah, meski di kota yang baru lebih luas dari sekarang…

Gue nggak mau pindah, meski disana banyak tempat menarik dari sekarang…

Gue nggak mau pindah, karna gue nggak mau lepasin apa yang udah gue dapet disini begitu saja……………………………………………………………………………….

Jadi, Bapak itu pindah kerja..jadi kami (gue sama ibu gue) terpaksa ikut beliau kemana beliau akan berlabuh. Target pertama Surabaya, target kedua Trenggalek…

Gue nggak mau pindah gitu aja, itu sama aja gue udah lepasin apa yang gue dapet disini. Ngedapetin lingkungan tempat tinggal menyenangkan seperti yang gue tinggalin sekarang itu nggak semudah beli baju yang meskipun bagus dipandang tapi nggak nyaman di pakai. Ngedapetin sekolah seperti yang gue tinggali sekarang itu nggak semudah dapetin rumah makan, kita cocok langsung makan, engggaaakkkk..perlu adanya perkenalan diri akan menu-menunya terlebih dulu. Ngedapetin teman dan sahabat gue sekarang itu nggak semudah mancing ikan di ngedam langsung dapet 2-3 ekor, tapi butuh berhari-hari, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun buat penyesuaian antara ikan dengan umpan apa yang kita berikan. Dan satu lagi, ngedapetin semangat itu nggak semudah kita melukis pelangi dilangit yang tinggal ambil kanvas dan cat air, gambar, lalu jadilah, tapi sesulit menggambar petir yang berkelok-kelok karena semangat itu muncul ada sebabnya..dan sebabnya ada disini, di Ponorogo…

Gue nggak mau pindah…

Tapi kalau Bapak disuruh milih ke mana beliau pengen ditempatkan, gue bakalan berdoa di TRENGGALEK, karena Bapak bisa pulang-pergi Ponorogo-Trenggalek dengan waktu 2jam saja dan nggak perlu pindah rumah. Mungkin dalam hal ini gue emang childish, atau bahkan egois,…tapi plisss bayangkan n rasakan kalau kalian jadi gue. Apa mungkin kalian sia-siakan sesuatu yang kalian sayangi??pasti enggak…

Tapi, kecuali kalau Bapak milih Surabaya, kita sekeluarga bakalan pindah kesana..karena nggak mungkin Bapak pulang-pergi Surabaya-Ponorogo. Tapi gue nggak mauuuuuuuuuuu…….